Minggu, Juni 16, 2013

Hikmah yang Tertinggal dari Peringatan Isra Mi'raj

pengajian
     Peringatan Isra Mi’raj 1434 H. tahun ini sudah berlalu. Sekarang umat Islam sudah berada di sembilan hari bulan Sya’ban, bulan persiapan menuju Ramadlan. Karena kurang lebih 21 hari ke depan, jika Allah berkehendak, insya Allah kita akan dipertemukan lagi dengan bulan puasa (Ramadlan).
     Namun, barangkali ada yang tertinggal dan bisa menjadi
salah satu pelajaran atau hikmah dari peringatan Isra Mi’raj tersebut, yakni tentang fenomena waktu yang ditempuh Rasulullah dalam kaitannya dengan peri-kehidupan kita sebagai ummatnya.
ولقد ضربنــا للنــاس فى هذا القـران من كل مثل لعلهــم يتــذكــرون : الزمــر 27
“ Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam Al Qur'an ini setiap macam perumpamaan supaya mereka mendapat pelajaran. “
     Ada banyak peristiwa yang kadang melukai hati umat Islam dan dilakukan oleh orang-orang Islam itu sendiri.
الإســلام محــجوب بالمســـلمين
“ Islam itu tertutupi oleh prilaku pemeluk-pemeluknya. “
     Bahkan tidak sedikit yang cenderung mengklaim diri paling Islamis, sedangkan orang di luarnya tidak. Meski Allah tetap akan menjaga kemurnian Islam, namun perilaku orang-orang yang demikian bisa membahayakan diri dan umat Islam lainnya, karena mereka akan menjadi bingung dan resah. Maka, jika ada seseorang yang hanya mementingkan kejayaan, kepuasan dan martabat diri dengan mengatas namakan Islam, akan hancurlah dia dengan sendirinya. Karena Islam bukanlah barang mainan. Siapa yang mempermainkannya, maka Allah yang akan membalasnya.

Haq dan Bathil tidak bisa disatukan
     Hukum alam menyatakan bahwa, air tidak mungkin bisa dicampur dengan minyak. Meski keduanya adalah senyawa, sama-sama benda cair. Demikian halnya antara kebenaran dengan kebathilan, antara yang ma’ruf dengan yang munkar, antara yang halal dengan yang haram. Keduanya tidak mungkin bisa dicampuradukkan karena berbeda sifat, jenis dan akibatnya.
يـاهل الكتـب لم تلبســون الحق بالبــاطل وتكتمــون الحق وأنتم تعلمــون.  أل عمــران : 71
“ Hai ahli kitab, mengapa kamu mencampuradukkan yang benar dengan yang salah, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahui ? “
     Mengambil hikmah dari kejadian-kejadian tadi, yang dikaitkan dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW,  adalah penempuhan waktu perjalanan Rasulullah dari Makkatul-Mukarramah hingga Sidratul Muntaha, negeri yang bagi kita adalah alam antah berantah, namun demikian harus diyakini bahwa alam itu ada. Alam terjauh yang sampai kapan pun tidak ada manusia yang akan mampu datang ke sana, meski dengan teknologi tercanggih sekalipun. Namun Rasulullah SAW, dengan kekuasaan Allah, dapat menempuhnya dalam semalam. Bahkan ada riwayat lain yang menyatakan hanya sepertiganya saja. Kenapa Rasulullah mampu melakukannya ? Selain karena memang kekuasaan Allah, Rasulullah juga mempunyai keistimewaan atau mu’jizat yang dapat menguasai waktu. Sehingga, baginya kemanapun tidak ada jarak jika beliau dan Allah menghendakinya.

Manusia Makhluk Sempurna tapi Terbatas
     Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibanding dengan makhluk Allah lainnya. Namun demikian manusia mempunyai keterbatasan-keterbatasan. Oleh karena itu, seperti dinukil dari Hadits Nabi SAW : Selagi masih muda hendaknya dihiasi dengan akhlak  yang terpuji, sehingga bisa menjadi contoh keturunannya ketika masa tua datang. Jika Allah memberi anugerah kekayaan, maka janganlah bersombong-sombong , sebelum akhirnya menyesal ketika Allah memiskinkannya. Ketika masih ada kesempatan berbuat baik, maka manfaatkanlah sebelum kesempitan menghadang. Ketika masih sehat gunakan juga untuk bekerja dengan pekerjaan yang diridlai Allah  serta beribadah mengharap ridla-Nya, sebelum akhirnya datang masa sakit. Dan selagi Allah masih memberi umur maka pergunakanlah umur itu dengan sebaik-baiknya, sebelum batas kematiannya datang.
     Hikmah-hikmah waktu tersebut intinya adalah tidak menyia-nyiakannya serta memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Karena seorang muslim, bahkan manusia manapun kecuali Rasulullah, tidak akan bisa menguasai waktu. Tidak akan bisa mengembalikan waktu yang sudah berlalu, dan tidak akan bisa memendekkan waktu yang sebenarnya masih panjang atau masa depan.

Wallahu a’lam bish-shawab.
Dari berbagai sumber dengan tata bahasa oleh Solichin Toip
Posting Komentar