Rabu, Juli 17, 2013

Cantiknya Wanita Berkerudung

jilbab polwan aceh
     Ikhwan, masih ingat dengan lagu " Jilbab Putih " Grup Qasidah Nasida Ria Semarang ? Atau lagu " Kerudung Putih" nya Raja Dangdut Rhoma Irama ? Yang terakhir adalah lagu favorit saya ketika mengagumi seorang gadis SMU berkerudung putih belasan tahun yang lalu. Tapi sayang, bertepuk sebelah tangan :-[.
     Kalau boleh kami beranalisa, mayoritas lelaki muslim pra
nikah disamping menginginkan menikah dengan seorang perempuan yang seiman, cantik, dari keturunan yang baik dan kaya, tentunya juga mendambakan wanita shalehah. Shalehah dalam artian baik hati, jiwa dan raganya alias berjilbab ! Betul tidak ?
     Baru-baru ini jilbab [Baca : kerudung penutup aurat rambut wanita muslim] telah menjadi realita dan kewajiban memakainya bukan saja di pesantren-pesantren, tapi juga di jajaran Kepolisian Negara, terutama di provinsi Nangroe Aceh Darussalam beberapa tahun belakangan. Sempat terjadi kontroversi, tapi kemudian kapolri memutuskan untuk melegalkan penggunaan jilbab bagi anggautanya di seluruh Indonesia! Subhanallah....

Wanita Muslimah Wajib Berjilbab
     Jilbab juga pernah menjadi kontroversi di beberapa negara, terutama yang berpenduduk minoritas muslim. Wanita-wanita muslim di negara itu banyak yang menghadapi teror karena pilihan mereka berjilbab. Bahkan ada yang dikaitkan dengan jaringan teroris segala. Namun kemudian fenomena berjilbab melanda wanita-wanita non muslim juga. Mereka beranggapan, berjilbab dapat melindungi mereka dari tangan dan mulut-mulut jahil lelaki nakal.
     Jess Rhodes, 21 tahun, seorang mahasiswi dari Norwich Inggris sangat ingin mencoba menggunakan penutup kepala itu. Seorang temannya mendukung, bahwa untuk memakai jilbab tidak harus menjadi muslimah. " Dia meyakinkan saya bahwa saya tidak perlu menjadi muslim. Ini hanya soal kesopanan, " katanya. Dan akhirnya ada Peringatan Hari Hijab [berjilbab] Sedunia yang dilaksanan pada 1 Pebruari 2013 lalu, dengan menyerukan perempuan non muslim berjilbab. Fenomena apakah ini ? Wallahu a'lam.
     Dalam kitab Safiinatun-Najaah disebutkan, bahwa aurat wanita yang telah menjadi muslimah adalah seluruh tubuhnya kecuali kedua telapak tangan dan wajahnya saja. Bahwa nantinya berkaitan dengan institusi (pekerjaannya), maka itu dikembalikan kepada pribadi masing-masing. Bagi wanita profesional berjilbab mungkin adalah pilihan. Namun, hendaknya, pilihan yang dimaksud adalah pilihan seorang wanita yang ingin menghambakan diri sepenuhnya pada aturan Sang Maha Penciptanya.
Wallahu a'lam bish-shawab.
Posting Komentar