Kamis, Agustus 06, 2015

Muktamar Nahdlatul 'Ulama ke 33 di Jombang

KH. Said Aqil Siroj
KH. Said Aqil Siroj kembali Terpilih

     Para muktamirin kembali mempercayai KH Said Aqil Siroj sebagai Ketua Umum PBNU periode 2015-2020. Ia mendapat suara terbanyak pada pemilihan langsung di sidang utama Alun-alun Jombang, pada Kamis (6/8) dini hari.
     Berikut perolehan suara dari dari beberapa calon. KH Said Aqil Siroj dipilih 207 muktamirin. Sedangkan H As’ad Said Ali dipilih 107 muktamirin. Disusul KH Salahuddin Wahid 10 suara.
     Sebelumnya, di tempat yang sama, pada Rabu malam (5/8), KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU oleh 9 kiai Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa). Sementara KH Makruf Amin ditetapkan sebagai Wakil Rais Aam PBNU

Pidato Ketua Umum PBNU 
Beberapa saat setelah terpilih kembali menjadi Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj dihadirkan di hadapan muktamirin di ruang sidang utama Alun-alun Jombang, Kamis dini hari (6/8). Ia kemudian menyampaikan ucapan terima kasih kepada berbagai pihak.
     Ia berterima kasih kepada panitia penyelengagra pusat, daerah, empat pondok pesantren Jombang, Pengurus Wilayah PWNU Jatim, PCNU Jombng dan semua pihak yang menyuksesakan, termasuk Banser, Pagar Nusa, dan Pemerintah Provinsi Jawa timur, juga aparat keamanan.
     Ia juga tidak lupa mengucapkan rasa hormatnya kepada H As’ad Ali yang menyatakan cukup satu putaran. Padahal ia berhak untuk dua putaran. “Dengan kelapangan dadanya dia rela satu putaran,” katanya.
     Menurut kiai yang akrab disapa Kang Said, selama 5 tahun kepemimpinannya, telah banyak hal diperbuat, namun demikan banyak juga yangg berlum berhasil. “Nah, inilah yang akan diperbuat. Banyak sekali yang belum digarap, terutama generasi muda NU sebagai kader estafet NU ahlussunah wal jamaah,” ungkapnya.
     Ia kemudian berjanji akan selalu mengawal Aswaja NU yang moderat, toleran, balance, agar NU bermanfaat untuk semua, bukan hanya warga NU, tapi bangsa Indonesia, dan dunia.
     Dalam periode kedua ini, ia berjanji akan fokus pada pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, “Tidak ada ambisi politik. Agendanya adalah NU!” tegasnya.
     Terakhir, ia menyampaikan terima kasih kepada para muktamirin yang tulus ikhlas untuk melanjutkan periode kedua ini. Ia meminta supaya didoakan agar bisa menjalankan amanat muktamar ini dengan baik.

Gus Mus Rais Aam PBNU

KH Mustofa Bisri
KH Mustofa Bisri (Gus Mus) ditetapkan sebagai Rais Aam PBNU periode 2015-2020 pada rapat yang berlangsung di ruang sidang Alun-alun Jombang, Rabu malam (5/8). Penetapan yang dibacakan H. Syaifullah Yusuf itu merupakan hasil musyawarah 9 kiai Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa).
     Penetapan ditandatangani anggota Ahwa yaitu KH Ma’ruf Amin, KH Nawawi Abdul Jalil, TGH Turmudzi Badruddin, KH Khalilurahman, KH Dimyati Rais, KH Ali Akbar Marbun, KH Makhtum Hannan, KH Maimoen Zubair, dan KH Mas Subadar.
     Pada pentepan itu, disebutkan bahwa Gus Mus sebagai Rais Aam PBNU didampingi KH Makruf Amin sebagai Wakil Rais Aam. Kemudian pemimpin sidang meminta forum untuk membacakan surat Alfatihah atas penetapan itu. Pada saat berita ini ditulis, di ruang sidang, muktamirin bersiap melakukan pemilihan Ketua Umum PBNU 2015-2020.

Info oleh Abdullah Alawi di NU Online
Posting Komentar